Monday, January 11, 2016

6 KUNCI SUKSES MENJADI PENULIS SKENARIO OTODIDAK ITU MUDAH

Assalamualaikum… dan salam sejahtera sahabat-sahabat sobat pecinta film dan penulis skenario yang sudah bersedia mampir di blog ini.  

Menulis itu memang asyik. Menulis dalam bentuk apapun tulisannya. Menulis itu meminjam tangan Tuhan atas izin dan kuasa-Nya membuat kita menjadi bisa menghasilkan sebuah karya yang indah. Kita tidak sadar menulis itu merupakan obat mujarab pereda stres. Karena semua yang kita tuangkan dalam tulisan itu adalah ekspresi, curahan hati ataupun kegelisahan kita menilai sebuah masalah, secara otomatis ada rasa lega yang kita rasakan setelah itu. Apalagi kalau sampai tulisan kita bisa menghasilkan dan banyak di sukai orang, Jelas puas rasanya. 


Saya sedikit berbagi cerita dan pengalaman Menjadi Penulis Skenario Otodidak itu mudah. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi tidak sesulit yang dibayangkan orang. Selain hasil belajar mandiri dan pantang menyerah, selalu berpikir positif dan sabar juga adalah salah satu kunci keberhasilannya. Saya pikir hal itu juga jadi syarat wajib meraih sukses di manapun kita berusaha. 

Dulu sebelum saya nimbrung kedunia penulisan skenario film saya adalah pekerja kantoran biasa yang pergi pagi dan pulang sore. Hingga akhirnya saya kena program pengurangan karyawan dari perusahaan saat krisis moneter terjadi. 



Bingung mencari kerja kesana-kesini, hingga suatu saat saya membaca Quote (kata-kata bijak) yang intinya tertulis, “Orang akan senang menjadi kaya walau dari hasil pekerjaan yang tidak ia sukai, tapi orang akan merasa PUAS jika berhasil menjadi kaya dari pekerjaan yang ia cintai.” Kalimat itu tidak akan pernah saya lupakan sampai sekarang.



Akhirnya saya putuskan, saya harus bisa masuk dunia film dan jadi penulis skenario. Karena saya memang suka dan hobi nonton film. Saya meyakinkan dalam diri bahwa Menjadi bagian dari sebuah produksi film bukan hal mustahil. Dan Menjadi Penulis Skenario Otodidak itu Mudah. Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak!!!  


Nah, saya ingin berbagi sedikit tips sederhana mengatasi masalah yang pernah saya alami untuk memulai menjadi penulis skenario film secara otodidak :

  1. Pertama apa yang harus dilakukan?
·         Jawab :

Berdoa. Karena walau sekeras apapun kita berusaha keputusan akhirnya terletak pada Tuhan YME. Manusia hanya memiliki peluang keberhasilan 99%, dan 1 % lagi peluang keberhasilan manusia adalah milik TUHAN YME. Jadi berdoa dan memohonlah buat yang 1% itu supaya peluang keberhasilan kita bisa jadi 100%. 


  1. Takut, Ragu, bingung mau mulai dari mana menulis skenario?
  • Jawab :
Takut, Ragu, bingung mau mulai dari mana? Sebenarnya semua pernah merasa tidak mampu melakukan hal baru. Seakan hal itu mustahil kita lakukan, padahal sebenarnya anda mampu. Kuncinya berani memulai dan tidak takut salah. Menulis cerita sekenario itu bukan hal yang sulit. Menjadi Penulis Skenario Otodidak itu Mudah. Tidak memiliki pendidikan formal penulisan skenario juga bisa jadi penulis skenario film. Tapi belajar dari manapun sumbernya tetap perlu dilakukan untuk memperoleh hasil yang berkualitas. Karena gimana kita mau bersaing kalau kualitas cerita kita buruk.  Benar tidak?




  1. Apa mungkin buat cerita yang berkualitas dan bagus, tapi nulis cerita aja belum pernah?
  • Jawab :
Ya mungkin saja. Prinsipnya, kalau orang orang lain bisa melakukan, kenapa kita tidak!? Iya kan?! Saya juga pernah mengalami masalah ini. Tapi saya berusaha yakin pada kemampuan diri sendiri. Caranya asah kemampuan dan kemauan anda. Kalau kemampuan ada tapi kemauan tidak ada ya percuma, sama juga kalau kemauan ada tapi tidak mau mengasah kemampuan ya capek aja dapetnya. Sama aja kalau kita punya pohon durian berhektar-hektar tapi kita tidak mau belajar merawat dan memasarkannya, ya mana bisa dapat duit. parahnya malah ketiban  durian, bonyok dan bisa bangkrut. 


  1. Kalo di tolak gimana?
  • Jawab :
Saya sudah berkali-kali di tolak sama Production House (PH), Sutradara, Produser dan di tertawakan waktu pertama menyerahkan contoh cerita dan skenario yang saya buat.  Sakitnya tu disini..!  Heheh, memang sakit sih awalnya. Tapi apa kita mau nyerah? Payah kalau putus sampe disitu! Semua orang sukses pasti pernah gagal, tapi kegagalan itu di jadikan cambuk untuk mencapai hasil yang lebih baik. Jangankan buat pemula, yang sudah lama malang melintang di dunia Film dan penulisan skenario juga bisa ditolak ide ceritanya. Malah tidak sedikit penulis-penulis pemula yang idenya lebih baik dan diterima oleh PH atau Produser. Jadi jangan kuatir, ok.


  1. Terus gimana caranya supaya skenario bisa di terima?
  • Jawab :
Ini tips sederhana yang banyak di lupakan orang dan para penulis buku tentang Menjadi Penulis Skenario Otodidak itu Mudah. “Nongkrong” dibanyak Production House (PH). Bawa saja skenario atau sinopsis yang sudah anda punya, tapi simpan jangan langsung diberikan pada orang lain, apa lagi pada orang yang belum kita kenal. Hemm… bisa amblas itu cerita kalo ternyata bagus.

Maksudnya?

Jawab :

(1) Jangan kasih sembarangan ide cerita kita pada orang lain, kecuali pada orang yang benar-benar kita yakin. Ingat bahasan diatas, “bisa amblas!” ya karena di PH rata-rata orang cari uang dari cerita. Kalo kita salah sasaran ide cerita kita bisa di caplok jadi milik orang, di adapatasi sedikit jadi judul baru dan penulis baru. Banyak penulis yang mengalaminya, terutama buat para pemula.

(2) Nongkrong itu perlu, supaya kita bisa tau seluk-beluk masing-masing PH. Karena sistimnya birokrasinya bisa berbeda-beda.




(3)  Cari informasi jenis cerita apa yang sedang populer atau yang sedang di kerjakan oleh PH yang sobat tuju. Contohnya jangan menawarkan cerita Horor, kalau yang dibutuhkan PH itu cerita komedi jelas langsung di tolak. Ikuti apa yang mereka inginkan. Kita ini penjual, dan Production House sebagai pembeli itu raja.

(4) Cari banyak kenalan supaya membentuk link (jalur tautan) yang tujuannya mendapatkan informasi yang akurat tentang PH yang kita tuju. Cari tau apa saja, bisa dari sesama penulis, pemain film, satpam, karyawan PH, officeboy atau siapa saja. Semakin banyak teman di PH itu yang kita punya, semakin gampang kita masuk kedalamnya. Jadi anda akan tau pada siapa kira-kira cerita anda bisa dimasukan ke PH itu paling tidak mereka bersedia membaca ide cerita kita. Kalau sudah kenal akan berbeda jadinya. Cerita yang sedikit kurang menarik, bisa jadi ok. Itulah gunanya link pertemanan.


  1. Kalo masih di tolak gimana?
  • Jawab : Perkaya IDE ...
Sabar dan jangan nyerah. Masih banyak peluang, dan PH lain. Terus ajukan ide-ide cerita baru yang lebih bagus dan menarik. Jangan hanya bawa satu cerita yang di ajukan ke PH. Karena dari ide-ide cerita yang anda ajukan biasanya akan di shortir oleh PH dan Stasiun TV. Untuk program TV yang sudah jalan saya biasanya mengajukan 5 atau lebih sinopsis (ringkasan cerita). Biasanya dari 5-10 cerita, yang diterima 2-3 cerita bahkan lebih. Jadilah penulis yang aktif dan kreatif.


Saran saya dan ini penting. Buat yang sudah bekerja, sebaiknya anda tetap harus punya pekerjaan lain yang bisa menunjang ekonomi atau jangan nekat keluar kerja demi jadi penulis skenario ataupun terjun ke dunia entertainment apapun itu bentuknya. Semua harus diperhitungkan. Jangan sampai demi mengejar karier akibatnya rumah tangga berantakan. Semua memang butuh pengorbanan, tapi nanti setelah anda berhasil masuk didalamnya, itu lain masalah. Karena saya yakin film juga bisa membuat anda sukses dan terkenal.

Banyak belajar dari manasaja dan mencari berbagai referensi untuk lebih mengasah kemampuan menulis skenario. Karena kita harus berkompetisi dengan para penulis skenario lain yang lebih berpengalaman. Kalau mau berhasil kita harus jadi pemenang!  

Setelah dapat hasil anda pasti berfikir Menjadi Penulis Skenario Otodidak itu Mudah, karena anda sudah melakukannya. Karena mewujudkan mimpi itu bukan hal yang mustahil, buktikan saja. Tapi tetaplah junjung tinggi kejujuran dalam perfilman Indonesia. Terus berkarya dari hati nurani, bukan hasil meniru atau fotocopy ide dan kreatifitas orang lain. Karena ide itu mahal harganya.

Semoga sukses…

11 comments:

  1. betul pak.. emang perlu sih riset dimana salah satu objeknya adalah selera pemirsa; tapi jangan lantas kita mengesampingkan idealisme kita cuma untuk bisa diterima.

    semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om guru juga betul, saya sangat setuju. Idealisme kita sebagai penulis atau penggagas ide cerita harus di pertahankan, karena menghasilkan sebuah ide itu tidak mudah. Saya berharap banyak PH yang mau mengerti dan menghargai ide orang lain. Sayangnya kenyataan tidak sejalan dengan keinginan saya, 50% saja dari ide kita bisa diterima, itu sangat bagus. Memang tidak semua, tapi banyak sekali PH yang memahat ide cerita demi menghasilkan cerita yang kata mereka diterima penonton, padahal kenyataannya belum tentu. Mungkin itu yang harus bisa kita terima kalau mau tetap bertahan di industri Film Indonesia, khususnya sinetron.

      Saya tidak bermaksud menjatuhkan mental para penggagas ide, malah harus semakin semangat, karena Ide itu mahal harganya. Sayangnya di Indonesia belum ada badan hukum yang mengayomi Ide atau gagasan. Tetap semangat!!! karena masih banyak jalan menuju Roma.

      Delete
    2. Saya adalah salah satu penggemar CERPEN serta NOVEL dan juga penyuka SKENARIO beberapa karya saya sudah saya muat di blog saya PLANETCERPEN.COM barangkali ada yang berminat untuk bekerjasama dengan saya bisa menghubngi saya di nomor HP: 082326272057

      Delete
  2. Hadir bos!!!sikonku juga lagi ribet nih tuk bikin konten di 2 website yg belum mateng didisain.pusing 7 keliling hanya cari waktu luang.profesiku arsitek.aku bersedia jadi arsitek tapi syaratnya jangan dibayar tapi kompensasinya adalah ruang dan waktu tuk bikin film.bos developer properti gak terima dan salah tafsir.ruang waktu diartikan fasilitas.baik studio mini yg disatukan dengan studio arsitektur dan fasilitas alat bikin film.bagaimana bisa bikin film kalau waktunya saja tak ada? urusan properti saja sudah siang malam waktunya.ditambah lagi kemaren orang yg memback up bos developer di proyek properti ini terbunuh.saat ini aku juga lagi bikin naskah film pendek yg pembesutannya aku pegang sendiri.pikiran masih absurd.tambah pusing lagi ketika sekarang ada beberapa pihak mengharuskan aku terjun ke politik.jika tidak berarti filmku juga terancam.konsekuensi logisnya jika aku nolak politik berarti akan banyak nyawa melayang dan juga akan jadi ancaman tuk orientasiku semua.aku benci politik.ibuku terbunuh karena faktor satu itu dan kecil kemungkinan polisi mengatasi.apakah aku harus bunuh orang2 yg menguntit lebih 15 tahun sekian agar orientasiku bisa berjalan?mungkin iya!dengan cara apapun.tanpa polisi mengenali jejak.naskahku belum usai...tapi harus jadi apapun alasannya.bos developer juga masih syok soal kemaren dan status tanah tuk properti yg terancam oleh regulasi negara karena menempati area sangga milik unesco yg sekian ini menjadi situs rujukan dunia.ah...letih!!!(trims mas koko bz dan maaf ocehan sampah saya.salam kenal,salam kreatif).

    ReplyDelete
  3. Salam kenal juga,
    beuh... kayaknya ribet banget masalahnya? Tapi saya yakin anda bisa mengatasi masalah itu. Dengan banyak dipercaya orang sampai menjadi target politik, berarti anda bukan orang sembarangan yang lemah dan mudah dikalahkan. semangat bro, saya doakan semua beres, amin... dan saya tunggu hasil karya filmnya. Menurut saya pengalaman anda sangat enarik buat di jadikan film, BRAVO... tetap semangat!! salam kretif..

    ReplyDelete
  4. Keren banget tulisannya, semakin memotivasi. Btw, dulu saya sempat ambil kursus sebagai penulis skenario, namun pada prakteknya sangatlah tidak mudah karena ketika skenario kita diacak2, sangat sulit menahan ego kita, itu yg menyebabkan niat saya untuk belajar menulis skenario urung. Namun beberapa tahun ini, keinginan saya untuk bisa terjun di dunia perfilman muncul lagi. Yg ingin saya tanyakan apakah bisa kalau kita hanya menjual sinopsis saja ke PH? Maksudnya hanya menjual ide cerita saja tanpa harus menyusunnya menjadi skenario utuh. Kalau ada tip2 boleh nih di share hehehe... nice to know you ya.... salam sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Chandra, trimakasih udah mau mampir di blog ini. kita share aja ya. Dari pengalaman saya, jual ide ke orang atau ke Produser sekalipun sangat riskan, bahkan akibatnya bisa rugi besar.
      Saya pernah mengalami beberapa kali, bahkan ide dasar saya dirubah dengan judul lain dan akhirnya booming sampai ratusan episode tp saya ga dapat apa". Kita ga bisa menuntut, karena ide itu sesuatu yg abstrak yg sulit untuk di buktikan. banyak jg teman" penulis yg mengalami hal itu. kecuali kita sudah punya hak paten. itupun masih bisa di copy atau diadaptasi. Saran saya, nongkrong dulu, kenal dekat dulu dengan contact person yg ada di PH, setelah yakin baru kita bisa tawarkan ide" pd mereka. Jadi jangan patah semangat, tetap buat ide dan karya" berikutnya!! saya malah prihatin sama mereka yg suka nyaplok IDE, mereka org miskin sampe mau mencuri ide org, karena sebenarnya mereka ga mampu!!
      IDE itu sebuah anugrah dan mahal harganya. sy berusaha tdk pernah membuang IDE saya sejelek apapun, krn suatu saat IDE itu bisa jadi sesuatu yg sangat berharga. Salam kreatif...

      Delete
    2. Terima kasih Mas Koko atas balasannya, dan benar sekali kata Mas Koko, IDE itu sangat mahal harganya. Bahkan pernah pengalaman saat pertama kali coba belajar bikin cerita hampir berjamur di kamar sebulan, berpikir siang dan malam hanya untuk mendapatkan IDE yang fresh yang belum ada sebelumnya. Jadi kalau sampai dicuri atau diadaptasi nyesek sekali rasanya.

      Dan kalau boleh bertanya sekaligus meminta saran ya... baru2 ini saya membaca di web perihal beasiswa untuk kuliah film dan saya sangat tertarik sekali untuk bisa melamar. Namun sebagai persyaratan diwajibkan melampirkan skenario utuh hasil karya sendiri sebagai bahan pertimbangan. Nah persyaratan ini yang sempat bikin saya ragu dan masih pikir2. Karena ada perasaan takut juga perihal pencurian ide tadi. Karena tidak menutup kemungkinan apabila mereka suka dengan cerita saya akan diadaptasi atau dirubah2 dikit lalu diklaim sebagai karyanya, maka saya pun tidak akan bisa menuntut. Karena kekuatiran ini, membuat saya ragu untuk dapat mengajukan beasiswa. Atau apakah semua sekolah film memberikan persyaratan seperti ini? Smoga dari pengalaman Mas Koko, dapat memberikan pencerahan buat pemula seperti saya. Terima kasih sebelumnya, salam kreatif.

      Delete
    3. Saya pernah tau bbrp iklan yg menawarkan program beasiswa, tp lebih baik di searching atau d survey dulu ke benarannya. Saran saya lebih baik ke kampus" yg udh jelas aja dan udah pasti paten. IKJ, ISI (ada di bbrp kota), atau coba KPU Sinematografi di Usmar Ismail. Tp jangn jd Parno IDE kita di bajak. Nanti bakalan takut terus buat melangkah, krn yg bisa menilai karya kita bagus atau enggak adalah org lain. Buat IDE sebanyak mungkin. TUHAN ga akan kehabisan IDE untuk di tularkan buat kita. Semangat.!!

      Delete
  5. Saya adalah salah satu penggemar CERPEN serta NOVEL dan juga penyuka SKENARIO beberapa karya saya sudah saya muat di blog saya PLANETCERPEN.COM barangkali ada yang berminat untuk bekerjasama dengan saya bisa menghubngi saya di nomor HP: 082326272057

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh di kirim untuk alamat email ibu ami daria, mungkin kita bisa tuker fikiran

      Delete